Loyalitas

Konsep job hopping atau pindah-pindah kerja sering dipandang negatif di lingkungan profesional. Minimnya keahlian yang bisa diperoleh di waktu singkat dan rendahnya loyalitas dijadikan alasan untuk melarang pegawai muda mengadopsi praktik “kutu loncat” ini.

Tapi apakah loyalitas penuh pada satu perusahaan adalah sesuatu yang perlu dituntut dari setiap pegawai?

Loyalitas sifatnya dua arah: Ketika perusahaan menjaga kesejahteraan dan kelangsungan karier pegawai, dan ketika pegawai berusaha bertahan dan gigih membantu mengembangkan perusahaan. Namun sering kali, konsep ini hanya idealisme semata. Berikut sejumlah alasan mengapa Anda tidak perlu mati-matian loyal pada satu perusahaan.

  • Anda mudah tergantikan

Kecuali Anda adalah salah satu dari segelintir orang di dunia dengan keahlian khusus, Anda akan selalu menghadapi risiko tergantikan oleh seseorang dengan keahlian lebih baru atau pengalaman lebih kaya. Meski perusahaan memperhatikan kesejahteraan para staf, mereka juga tidak akan ragu-ragu untuk memberhentikan pegawai jika terdorong kebutuhan finansial.

Daripada kekeuh menyatakan kesetiaan pada satu perusahaan, lebih baik senantiasa bersiap-siap dengan plan B, sepuas apapun Anda dengan pekerjaan saat ini. Siapa bilang Anda harus menunggu hingga dipecat untuk mulai mencari pekerjaan? Anda bisa mulai sekarang, kok, agar Anda tetap punya keunggulan bila harus menegosiasikan posisi Anda di masa depan.

  • Perusahaan akan mengutamakan kepentingan sendiri

Setiap manajemen departemen dalam perusahaan bergerak untuk kepentingan perusahaan itu sendiri, terlepas dari apakah kepentingan perusahaan itu sejalan dengan kepentingan para pegawainya. Suka atau tidak, seorang pegawai hanya berharga selama mereka bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
Daripada menempatkan loyalitas buta pada perusahaan, lebih baik terus kembangkan dan tambah keahlian Anda untuk meningkatkan daya saing Anda di dalam maupun di luar perusahaan tersebut. Karena di penghujung hari, yang akan membuat Anda sukses bukan perusahaan tersebut, tapi keahlian Anda sendiri.

  • Pekerjaan Anda bukan seluruh hidup Anda

Apapun yang Anda lakukan, pekerjaan tetaplah hanya satu bagian dari hidup Anda, bukan dan seharusnya tidak menjadi pusat dari dunia Anda. Tidak ada faedahnya jika Anda sampai mengorbankan kesehatan dan hubungan dengan orang-orang penting dalam hidup hanya untuk sering lembur atau tersiksa tekanan kerja.

Jika Anda diperlakukan seakan robot, kesehatan fisik dan mental Anda terpengaruh secara negatif, atau mengalami diskriminasi, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan keluar kerja. Mengapa menjadikan perusahaan Anda sebagai prioritas jika mereka tidak melakukan hal yang sama untuk Anda?

  • Berisiko membatasi pergerakan karier Anda

Anda mungkin berpikir kalau kesuksesan Anda saat ini adalah berkat atasan Anda, sehingga merasa tidak enak jika harus meninggalkannya. Namun loyalti Anda pada atasan atau perusahaan ini bisa berisiko membuat Anda mengesampingkan peluang-peluang baru di perusahaan atau lokasi lain.

Tidak semua perusahaan akan berinvestasi penuh pada masa depan Anda, dan sering kali, hanya terbatas pada apa yang bisa Anda berikan kembali pada perusahaan. Masa depan dan peta kehidupan Anda bukan tanggung jawab perusahaan. Kalaupun dijanjikan kenaikan gaji atau promosi, pastikan janji itu dalam bentuk tertulis.

Beberapa ciri perusahaan egois :

  • Melarang karyawannya untuk bergabung dalam organisasi serikat-serikat kerja.
  • Biasanya pemilik akan meminta adanya kemudahan dan keuntungan untuk pribadi dari usaha yang dilakukan, yang pada intinya memaksa karyawannya untuk tidak profesional dalam bekerja.
  • Tidak ada ketetapan pasti mengenai kenaikan gaji, bonus dll yang berkaitan dengan keuntungan karyawan.
  • Mewajibkan karyawannya untuk mengikuti perusahaan dalam pemilihan account bank penerimaan gaji, ansuransi kesehatan.
  • Dalam ansuransi kesehatan akan ada berbagai macam peraturan penggunaan, dan akan banyak pengobatan yang tidak bisa di tangguhkan ke asuransi dan limit yang tidak sesuai dengan kondisi.
  • Akan memberikan informasi yang berbeda terhadap esternal dan internal perusahaan, misalnya penghasilan perusahaan eksternal hasilnya baik sedangkan internal hasilnya kurang baik.
  • HRD menjadi department yang paling dibenci oleh karyawan lainnya, dan HRD menjadi department istimewa, karena pengusaha akan melakukan penekanan karyawan melalui department ini. “biasanya mereka tidak segan-segan untuk menanggapi keluhan karyawan dengan kata-kata “jika tidak suka keluar saja”
  • Hal terakhir, pemimpin-pemimpinnya atau kepala bagian dll-nya banyak yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan, karena dalam perusahaan tersebut pasti menyimpan banyak karyawan yang tidak profesional dalam jabatannya tetapi pandai menyenangkan atasannya.

Untuk kamu yang sebentar lagi menjadi anak magang atau seorang fresh graduate yang siap mencari pekerjaan di tahun ini, sebaiknya kamu benar-benar memperhatikan beberapa hal diatas yang akan menghambat kariermu.

Namun jika kamu bukan lagi seorang fresh graduate, hal diatas menandakan kalau kamu harus segera resign dan mencari pekerjaan yang baru. Kamu tak perlu terlalu loyal jika mereka saja tak bisa menghargaimu.

Pada akhirnya semua berpulang pada diri kita sendiri: “Take it or Leave it“.

Sumber: Qerja, Kompasiana, Gemintang

You may also like...