Author: jebe

Pendekar Sakti Jilid 32

Pendekar Sakti Jilid 32

Yok-ong tersenyum dan menjawab dengan suara kaku sekali, suara kasar dari orang dusun yang bodoh. “Aku dan cucuku ini she Koai (Aneh), petani-petani di Gunung Tai-hang-san. Sekarang di atas gunung orang mengadakan keramaian, tentu saja kami datang untuk menonton.” Setelah berkata demikian Yok-ong tertawa ha-ha-he-he-he...

Pendekar Sakti Jilid 31

Pendekar Sakti Jilid 31

DIAM-DIAM Kwan Cu memuji tenaga khikang orang itu, karena orangnya belum kelihatan, namun suara nyanyiannya demikian keras dan nyaring. Dia tidak merasa heran bahwa orang itu dapat pula mendengar suara sulingnya karena dia tadi bermain suling dengan memakai tiupan tenaga khikang sehingga suara sulingnya dapat...

Pendekar Sakti Jilid 30

Pendekar Sakti Jilid 30

DIA sendiri juga cepat-cepat menanggalkan pakaian dan memakai pakaian pelayan yang memang sudah disiapkan sejak kemarin. Saking gugupnya, dia sampai terbalik memakai celana dan baju, sehingga dalam terburu-buru ingin cepat itu, dia bahkan semakin lambat mengenakan pakaian samarannya itu. Inilah hasil perundingan dengan tujuh orang...

Pendekar Sakti Jilid 29

Pendekar Sakti Jilid 29

MULAI timbul amarah Kwan Cu. Sudah nyata sekarang bahwa tosu ini memang berakhlak bejat, menurutkan nafsu hati dan dendam tanpa mengingat bahwa pihaknya sendirilah yang salah besar. Empat orang adik seperguruannya tidak akan binasa di tangan Pak-lo-sian Siang-koan Hai dan Ang-bin Sin-kai kalau tidak melakukan...