Sesungguhnya Lo Sian sama sekali tidak ingat lagi kepada Ban Sai Cinjin, akan tetapi ia telah mendengar banyak dari Lili tentang kakek mewah ini, maka dengan senyum mengejek ia berkata, “Sungguhpun ingatanku sudah banyak berkurang dan aku tak pernah bertemu kau, akan tetapi aku sudah cukup banyak mendengar namamu, BanContinue Reading

Pangeran kecil itu membuka kedua matanya lebar-lebar. “Bukankah kau kemarin dinyatakan hendak meracuniku? Obat apa yang kaukirim ke sini itu? Rasanya pahit dan masam! Membuat perutku muak!” Goat Lan bangkit berdiri. “Paduka telah ditipu. Orang-orang jahat mengelilingi tempat ini. Yang diberikan bukan obat dari hamba, melainkan telah ditukar dengan obatContinue Reading

“Bangsat! Kembalikan sepatuku!” Lili berseru keras, akan tetapi Lie Siong yang merasa telah dapat membalas hinaan yang diterimanya dalam pertempuran itu, yaitu hinaan yang berupa “pengampunan” berkali-kali dari desakan pedang, segera membawa sepatu itu dan melompat keluar dari situ. Lili hendak mengejar, akan tetapi tanpa sepatu, kaki kirinya terasa sakitContinue Reading