“Lili, mari kita pergi, malam sudah lewat!” kata Goat Lan sambil memutar kedua bambu runcingnya menghadapi pedang hitam Toat-beng Lo-mo Wi Kong Siansu. Memang, malam telah terganti pagi dan ayam-ayam hutan mulai berkokok nyaring, burung-burung mulai berkicau. “Ha-ha-ha, nona-nona manis! Kalian baru boleh pergi setelah meninggalkan tubuh kalian yang bagusContinue Reading

Cin Hai dan Lin Lin cepat menengok dengan wajah berubah, dan alangkah kaget, heran dan girang hati mereka ketika melihat di atas sebuah puncak berdiri Lili bersama Hong Beng dan seorang anak laki-laki lain lagi! Lin Lin berlari seperti terbang cepatnya ke arah anaknya itu sambil menangis. Cin Hai jugaContinue Reading

Pok Pok Sianjin mengangguk-angguk, “Memang, dia adalah adik seperguruan Ban Sai Cinjin dan namanya Lu Tong Kui. Ia menjagoi di Lok-yang dan telah beberapa hari ini ia merengek-rengek dan mendesakku untuk mengadakan pibu. Tentu saja aku menolaknya, akan tetapi ia mendesak terus dan menyatakan bahwa jauh-jauh dari Lok-yang ia datangContinue Reading