jerukbali.com ngalor ngidul sejenak

Pendekar Sakti Jilid 18

Pendekar Sakti Jilid 18

KWAN CU berlaku hati-hati sekali. Biar pun perutnya amat lapar dan mulutnya amat haus, tetapi dia tidak berlaku sembrono. Buah-buahan itu sangat asing baginya dan siapa tahu kalau-kalau di tempat aneh ini terdapat buah-buah yang mengandung bisa. Sebelum makan buah itu dia menciumnya terlebih dulu,...

Pendekar Sakti Jilid 17

Pendekar Sakti Jilid 17

MALITA dan Malika menghentikan gerakan mereka dan dengan menjura Malita menulis di atas tanah dengan ujung sepatunya. ‘Kami menyerah kalah dan percaya penuh akan kelihaianmu.’ ‘Kalian memiliki ilmu pedang yang hebat sekali,’ jawab Kwan Cu sambil mengembalikan dua batang pedang kecil itu. ‘Akan tetapi, Kahano...

Pendekar Sakti Jilid 16

Pendekar Sakti Jilid 16

KWAN CU terus mendayung perahunya dengan cepat menuju ke timur. Matahari sudah naik tinggi melewati kepalanya. Dia melihat pulau-pulau yang gundul di sebelah kiri, akan tetapi dia tidak mau mendarat. Ingin dia segera tiba di daerah laut maut yang diceritakan oleh Lakayong. Akan tetapi, dia...

Pendekar Sakti Jilid 15

Pendekar Sakti Jilid 15

KETIKA mulai berusaha membuka belenggu, Kwan Cu melihat betapa bibir yang tebal itu tersenyum ramah. Agaknya orang hitam besar ini amat gembira melihat Kwan Cu sudah mengerti akan kehendaknya dan mau melepaskannya dari pada belenggu. Akan tetapi, dalam usahanya mengerahkan tenaga, perahu yang diinjaknya bergoyang-goyang...